Selasa, 11 Agustus 2009

curhat ku untuk-Nya

Malam yang dingin, gemuruh di atas awan, kilatan cahaya berpijar membelah gelap, itulah suasana saat jemari ini menari-nari diatas huruf-huruf yang kaku. Tidak terlalu penting sebenarnya, suasana hati ku yang mesti lebih kuperhatikan. Ada apa? entahlah semua ketidakjelasan ini rasanya hampir membuatku tak tentu arah, seperti apa yah.....?

Sementara yang lainnya kemana...? sebenarnya mereka ada, bahkan dekat. Mungkin akulah yang menjauh, menyepikan kegundahanku, tak ada semangat menyapa, berbagi cerita, atau takut membuat mereka susah?

Allah, aku menyerah. Mungkin aku sudah jarang mengadu pada-MU, kian hari sepertinya aku terus menjauh. Ampuni aku Allah, maapkan aku ibu, ibu, ibu, ayah, kakak dan adikku.

Aku melihat ibuku, dia ibu yang mulia, karena dialah aku bisa seperti sekarang ini, aku merasa tidak punya apa-apa. Aku percaya do'a tulus ibulah yang membuatku bertahan, yang membuat ridho-MU tetap menaungiku, amin....

ya Allah.... jika aku tak mampu berubah menjadi lebih baik, maka rubahlah oleh-MU agar aku menjadi lebih baik, jadikan aku manusia yang tangguh, yang bisa mengurai benang kusut menjadi kain selimut, selimut yang menghangatkan asaku kembali, menjadi hamba-MU yang mendekat, semakin dekat & sangat dekat dengan-MU. amin ya rabbalalamin......

Entri Populer