Minggu, 12 Desember 2010

Catatan harian

Aku ingin curhat tentang apa-apa yang terjadi belakangan ini dalam keseharianku, mohon maap kalo ada yg tidak berkenan, setidaknya aku ingin menumpahkan rasa senang, sedih dan apapun yang kurasakan, tentunya tetap mempertimbangkan hal-hal yang masih wajar untuk ku bagi disini....



Sabtu 11 Desembar 2010....



Sehabis pulang kerja shift sore, kira-kira pukul 00:00 WIB, seperti biasa yang pertama kali kulihat adalah handphoneku, kali ini terasa sedikit berbeda, karena ada misscall atau sms dari seseorang yg benar-benar kuharapkan setelah sekian misscall dan sms yang kuberikan padanya tak pernah lagi dia respon sedikitpun, kalaupun ada responnya adalah segera mereject telponku... :(



Kali ini ada, 1 sms, kubaca,,,, iya benar dari dia, tadi sore saat aku sedang bekerja dia mengirimnya. Oh iya saya informasikan dulu bahwa aku kalau bekerja tidak boleh bawa hp, dilarang keras, karena katanya berpotensi menimbulkan ledakan, maklum ditempatku bekerja resiko kebakaran, bahkan ledakan itu cukup besar dan sinyal hp salah satu pemicunya, bahkan ada 1 buah tanki LPG kayak bola raksasa, kalau 1 saja yang meledak katanya bisa menghancurkan kota palembang, sangat mengerikan....



Wes, kembali ke jalan cerita, intinya dia akan ke palembang, kalo boleh "GR" sedikit, dia mo ketemu dengan ku, setidaknya itu yg kupahami dari isi smsnya. OK untuk malam itu berbahagialah hatiku, maksud hati ingin telpon dia, tapi dah malam banget, dia pasti dah tidur, apa lagi habis dari perjalanan yang jauh, pasti capek, maka kubalas saja smsnya, "mhn maap baru sempet baca smsnya, coz baru pulang kerja",,,,



Biasanya sehabis pulang kerja sore, aku belum langsung tidur, paling jam 2an aku baru terlelap di dunia mimpi, tapi lebih sering gak mimipi juga sih,,,, tapi malam itu terasa begitu melelahkan bagiku, pekerjaan yang kulakukan hari ini cukup menguras tenaga dan pikiranku ditambah lagi masalah aku dengan dia, huff... pusing kepalaku ditambah masuk angin pula, lengkap sudah, kuputuskan langsung tidur aja, berharap esok kan lebih segar dan dapat berita dari si dia.



.......



Sekitar pukul 04:30 seperti biasa suara-suara syahdu dari masjid-masjid di sekitar rumah, kali ini membangunkan ku, tetap dengan kepala yg agak pusing & perut yg kembung, wah belum seperti apa yg kuharapkan semalam rupanya, emmmhhh....

Bagaimana dengan dia???? apakah ada kabar baik, masih aq tunggu....



Sampailah aku sudah melakukan segala rutinitas pagi, belum ada kabar darinya, kuputuskan "lagi" tuk coba menelponnya & "lagi-lagi" di tolak.... hem... nasib-nasib mengapa jadi begini.... "lagi" ku kirim sms setelah telponku ditolak, & "lagi-lagi" tak ada respon apapun. Aku jadi kepikiran apakah sms kemarin itu benar-benar untuk aku? atau dia salah kirim? gak tau lah, cuma dia yang tahu kok.



OKelah kalo begitu, sepertinya dia benar-benar "marah" & tak mau memaafkan ku lagi, setelah kucubo memberikan pemahaman padanya atas kondisi & situasi yg kurang kondusif dalam melanjutkan hubungan ini, sebenarnya aq ingin sekali mengakhiri semua ini dengan baik2 sebagaimana diawalinya dengan baik2 juga, dan dapat menjadi awal hunbungan baru yg lebih tepat, tanpa memutus tali silaturrahim diantara kami, yah semoga suatu saat dia bisa mengerti & memahami laki berumur 24th ini yg sudah mendambakan pendamping hidup seutuhnya, yg menjadi obat rindu saat dia pulang kerumah, yg menjadi pelayan terbaik saat aq lelah dari bekerja, yang juga kucintai dan dicintai oleh ku serta mertua juga....

Rabu, 08 September 2010

Lagi, sebuah curahan kisah, kali ini dalam deras hujan dimalam puasa

......



Harapan itu sepertinya takkan berbalas,

ketika sebuah pernyataan tak terduga seolah telah menjadi hijab hatinya untukku.

Tapi semua ini bukanlah akhir cerita tanpa makna,

saat kata bersambut mesra,

di peraduan malam yg terasa panjang ini,

tiada gundah lagi yang kusemai bermusim-musim yg lama.

Semua menjadi jelas, antara aku dan kenyataan yg ada,,,



Namun di balik kisah manusia pencari belahan jiwa,

ada kerapuhan ikatan cinta yg mestinya lebih mulia,

entah, apakah karena aku tak memahami mereka dengan sempurna,

atau perhatian lebih, yg mereka harap diakhir-akhir perjalanan meraka,,,



Maaf jika, baktiku belum juga sempurna,

berbantah lisan tiada guna,

berdiam durja, juga tak semestinya,



Pun jika bersalah, damaikan aku dengan bijaksana

naungilah kita dengan cinta



Semoga,,,,

semua akan menjadi indah bukan sekedar pada waktunya,

akan tetapi mulai sekarang dan untuk selamanya,



Ananda cinta umak dan baba,,,,

Minggu, 05 September 2010

Pujaan hati

Malam ini, aku mengintip bidadari itu.

Dia nampak begitu jelita namun tetap bersahaja,

berpeluh rindu merangkai asa, bilakah cintaku bertasbih untuknya?

Senin, 19 April 2010

Aku dan hujan

Enggak tau, setiap hujan turun, ada saja waktuku terbuai untuk merenungi kehidupanku. Kali ini hujan turun tidak terlalu deras tapi betah juga sepertinya, udah putus-nyambung berapa kali nih.

Kembali ke laptop.....

Sebelumnya aku pernah menulis sebuah curahan keluh-kesah disaat yang sama, tapi waktu itu hujan tidak rinrik-rintik, bukan di kala senja & bukan di gereja tua, hehehehe

Tapi kali ini kutulis di saat hujan rintik-rintik kala menjelang senja di rumah dinas tua, wkwkwkwk

Uhhhhh, rasanya hari-hari kemaren kulalui tanpa makna, bahkan sangat tidak biasa, seperti makan tanpa garam, seperti pempek tak bercuka, tak ada sesuatu yang baru, yang beda, ya paling enggak mestinya lebih baik dikit dari hari kemaren gitu.

Mungkin laptop ini mulai bosen juga diliatin, (sama aku juga bosen lihatin lo). penyakitnyapun makin parah, tau deh kena virus apa, tiap 2-3 jam restart. Mana dokternya gak up to date pula. Kecian deh,

back to story....

Oke aku coba semangat baru nih, bismilllah.......
Ya Allah SWT, mungkin aku belum menjadi hambaMu yang taat, setiap hari ada saja kesalahan baik sengaja atau tidak yg kulakukan, bahkan pernah janji tak lagi perbuat, ehh hanya janji di bibir saja.
Nah hari ini jam 2 tepat, saat hujan semakin lebat, aku akan mulai berusaha berkutat dalam kehidupan yang tidak mudharat. Insya Allah,

Semoga seiring hujan yang kian mereda, ada asa yg makin membara, membakar jiwa yg terlena di kehidupan yang fana.

Suatu saat nanti bila tiba waktunya bidadari yg Kau janjikan untukku, siap ku pinang, bilakah hujan yang menetramkan ini kembali mengguyur bumi yang damai, mengiringi ijab qabul ku......

Aahhh so sweet....

Entri Populer